Agustus mulai berumur pertengahan. Bendera merah putih meramaikan emper-emper jalan. Di mana pun kaki melangkah, wajah Indonesia sedang dipenuhi warna-warni bendera kemenangan dalam sejarah. Tugu-tugu masuk dusun dihias beraneka rupa, tubuhnya dicat bahkan dilukisi wajah para pejuang kemerdekaan. Sekolah Maila juga merayakan rutinitas negara. Guru-guru sibuk menghias halaman sekolah. Ada yang mengibarkan bendera merah putih, ada yang merakit bendera plastik imitasi ke tali, lalu dipasang sepanjang pagar sekolah. Maila memandang aktifitas temannya dari balik jendela kantor. Kelapa Sekolah sedang sibuk membaca buku. Kemerdekaan yang sesungguhnya telah direbut oleh pahlawan. Ia memandang nanar nasib buruh-buruh pasar, dan para pedagang kaki lima yang lapaknya masih nomaden, melawan panas

