"Kasih sayang mama sama kamu kan tidak terbendung, sayang sekali sampai tidak tega jika kamu harus menghirup polusi di kota ini," kata Mama Darel suatu masa ketika dirinya pulang dari sekolah abu-abu. Kata-kata yang dirakit Mama merupakan jawaban pertanyaan Darel, mengapa Mama suka pada tanaman hias? Hari itu ia duduk di bangku taman rumah. Mama Darel tengah merawat tanaman hias dengan kehati-hatian. Ia mencabuti gulma liar yang tumbuh subur di sekitar pot-pot. Mama tidak lupa memandikan juga, seluruh tanaman disiram dengan air yang memancur menggunakan selang. Bunga-bunga bugenvil berguguran, kelopak berbaur dengan dedaunan tabebuya yang ikut meranggaskan diri demi menampilkan kecantikan utuh kelak jika kelopaknya mengembang. Tabebuya seperti bunga sakura, hanya saja kelopaknya lebih

