Latar Belakang Kehidupan

1266 Kata

Darel masuk ke kos-kosan dengan langkah gontai. Ia tak sempat menyapa penghuni kos lain. Mereka yang ingin berkenalan urungkan niat. Rizam masih sempat lempar senyum, sementara dirinya fokus pada tangga menuju kamar. Seluruh beban diambrukkan ke atas kasur tipis. Wajah ditenggelamkan ke dalam bantal. Sandal dilepas sembarang, jatuh ke lantai dekat dengan kolong dipan. Bekal yang diberi oleh Savina diletakkan di meja dekat jendela. Bukan perut Darel yang tergiur justru bibir kelopak aster yang tergoda dengan aroma manis dari dalam kantong. "Makan dulu, baru istirahat. Aku akan ke kafe meninjau perkembangan proyek. Nanti siang aku ke sini lagi," kata Rizam. "Kalau Mamaku masih hidup apa nasibku tetap menderita seperti ini, Zam?" Pemuda itu sedang merengek memohon perhatian. Rizam menggug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN