Ulah Tuan Enggar

1535 Kata

Dokumen yang ditandatangani Kepala Dinas Kependudukan itu dimasukkan ke dalam laci lalu dikunci rapat-rapat. Tuan Enggar merutuk kehidupan masa lalu. Ada sesal yang menjadi telaga di jiwa. Sesal penampung kegelisahan akut tak kunjung sirna. Kesalahpahaman tidak kunjung menuai akhir. Kalau saja Callista tidak menjadi artis— "Aku tidak rela kau kembali padanya, Enggar!" Anggita membanting pintu kamar. "Gita, kau tidak bisa seperti ini! Sesuai perjanjian saat Callista telah berhasil menuai karir, aku akan kembali padanya!" suara egois Enggar menjelegar di rumah megah itu. Rumah yang dibangun dari jerih payah dirinya dan perjuangan Callista. "Aku sangat mencintainya sampai urat-urat perasaanku! Aku dan dia berjuang mati-matian selama ini!" "Lalu aku? Kau apakan aku selama ini? Buat kelamb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN