Di luar dugaan James, ia pikir Nadia akan beristirahat setidaknya satu sampai tiga hari. Tapi ternyata tepat pukul 10 pagi Nadia menyusulnya ke kantor dengan penampilan yang begitu fresh, pakaian berwarna abu-abu dipadukan dengan kemeja dan hijab hitam yang perempuan itu ikat rapih di leher. Tak ada sendu di wajah, tak ada sedih sama sekali, tatapan tajam menyapu sepanjang kantor, langkah tegas perempuan itu pun menggema keras begitu mengintimidasi. Nadia benar-benar bangkit lebih kuat dari sebelumnya. James menarik ujung bibir, tanpa sadar ada rasa bangga saat melihat Nadia berdiri tegak di hadapannya. Tak ada luka, tak ada tangis seperti yang malam sebelumnya ia lihat. Nadia di hadapannya benar-benar Nadia yang ia inginkan. James memalingkan wajah, “Sudah kukatakan sebaiknya kau istir

