“Ibu tidak usah khawatir, biaya sewa selama satu tahun ini tidak perlu dikembalikan pada saya, gunakan saja untuk kepentingan sekolah anak-anak ibu. Juga untuk barang-barang yang ada di dalam saya tidak akan membawanya, saya berikan semuanya pada ibu atau untuk yang ingin menyewa kamar itu juga.” Nadia tersenyum seraya menggenggam tangan ibu pemilik kontrakan. “Bukan tentang uang saja mbak, sudah berapa tahun kamu di sini? Saya akan sangat kehilangan mbak. Anak-anak saya juga pasti begitu. Mbak sudah seperti keluarga saya. Apalagi sejak ibu saya meninggal.” Pemilik kontrakan yang sebenarnya hanya terpaut satu tahun dengan Nadia itu tersenyum sendu. “Kapan-kapan kembali ke sini ya mbak, mbak bisa kembali kapanpun ya kalau semisal tidak betah di sana.” Pemilik kontrakan menghela napas kemu

