Part 35: Pedih

1842 Kata

Nadia menatap James khawatir, wajahnya tampak lelah, kulit pucat, kantung mata besar, sudah bisa ia pastikan James mungkin saja tidak tidur malam sama sekali. Terhitung dua hari ia tidak menginap di apartemen James dan dua hari pula ia mendapati James tertidur di ruang kerja seperti ini. Padahal sebelumnya James tak pernah seperti ini, lelaki itu sangat giat bekerja, sangat cekatan, bahkan hampir tak memiliki waktu istirahat meski saat karyawan lain makan siang. Tapi sekarang... lihatlah. Nadia berjongkok di sisi sofa tempat James tidur, helaan napas panjang keluar dari hidungnya. James... maaf. Batin Nadia. “Jika kondisinya sudah berbeda begini, apa yang bisa aku lakukan untukmu James? Apa yang bisa kubantu untukmu?” tanya Nadia setengah berbisik. Tak mau mengganggu tidur James yang sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN