“Miss Nadia… Miss.” Nadia mengerang kecil saat panggilan itu terdengar dan guncangan kecil ia dapatkan, matanya mengerjap beberapa saat sebelum akhirnya terbuka sempurna, menatap Rania berjongkok di hadapannya. Beberapa waktu Nadia masih menetralkan kesadarannya, pandangannya mengedar ke setiap sudut ruangan. “Dimana Mr. James?” “Beliau berangkat ke kantor pusat satu jam yang lalu, memenuhi panggilan Pak Jatmiko. Beliau berpesan anda tidak perlu menyusulnya, anda awasi saja kantor dan pastikan ulang persiapan untuk hari perilisan. Selain itu beliau juga mengatakan anda tidak perlu menunggu sebab pekerjaan hari ini akan memakan waktu, jadi jika jam kerja telah selesai anda pulang saja lebih dulu.” Rania berdiri, kemudian memberikan tiga buah paper bag. “Beliau juga menitipkan ini untuk

