Nadia menegakkan bahu, melangkahkan kakinya lebar tanpa ragu menuju sebuah kamar tempat dimana James berada. Beruntung ia akrab dengan petinggi di hotel tersebut, sehingga ia tak perlu sulit untuk mendapatkan akses dan sampai di sini. Mata Nadia terpejam beberapa saat, ia menarik napas berat lalu menghembuskannya lagi sebelum tangan kanan naik, mengetuk pintu itu dua kali. Tak terdengar apapun di dalam sana, ia pun mengetuknya lagi sebanyak dua kali dengan ketukan yang lebih keras. Clek! Pintu terbuka. Seorang perempuan berada di balik pintu, hanya mengenakan bathrobe. Perempuan itu tampak terkejut, matanya bergerak liar seraya mengeratkan genggamannya pada pintu. Rahang Nadia mengatup tajam, tangannya pun terkepal semakin erat hingga kuku-kukunya terasa menancap di telapak tangan.

