James tidak pernah berpikir bahwa dirinya akan benar-benar memohongi Nadia dengan cara seperti itu. Meski memang semuanya belum jelas, tapi rangkaian puzzle yang ia ingat mengarah pada kejadian bertahun-tahun silam. Tak mungkin ia mengingat kejadian itu jika tak ada kaitan dengannya. Tak mungkin ia pun trauma sehebat ini jika tak ada suatu kejadian terjadi padanya. Tangannya bergerak mengambil ponsel, berniat menghubungi Mario. Satu-satunya sahabat yang selama ini selalu membantunya dalam segala macam masalah. “Hallo James. Kau ketemu? Darimana saja kau sampai membuat Nadia khawatir?” Termenung, James terdiam. Nadia sepeduli itu padanya? “Jangan bilang kau sengaja melarikan diri?” tanya Mario lagi. “Tidak. Sesuatu terjadi padaku, sampai sekarang aku juga masih belum ingat dengan be

