Bab 37

848 Kata

"b******k! Jangan katakan lagi!" Tiba-tiba ayah Shandy berteriak. "PLAK!" Shandy mendaratkan sebuah tamparan diwajah wanita itu. Seluruh ruangan kembali menjadi hening. Ibu Shandy memegang wajahnya, menatap kosong suaminya, detik berikutnya, ia menangis histeris, "Kamu, memukulku? kamu berani memukulku?" Ayah Shandy menatapnya dengan dingin, tidak meladeninya, kemudian bergegas membungkuk pada Fugaku, "Maaf, kami akan pergi sekarang juga." Usai berbicara, dia menyeret keluarganya keluar dari sekolah itu. Melihat mereka pergi, Fugaku menolehkan kepala menatap bu guru Wenny dan kepala sekolah. Tatapan ini, langsung membuat bu guru Wenny terkejut. Masalah Nurul, dia jelas-jelas tau bahwa itu adalah salah Shandy, namun karena latar belakangnya, dia terpaksa membela Shandy. Jika mau dibic

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN