Moment

1982 Kata

Dava memeluk Dea dari belakang, hari ini Ia pulang tepat pukul 20:00. Menyelesaikan tugasnya mengikuti Dokter yang dengan suka rela membiarkannya melihat bagaimana Koas awal. Tidak setiap hari memang, namun setidaknya Dia akan menjadi peserta Koas dari channel yang dimiliki Papa mertuanya lebih awal setidaknya dua hari dalam seminggu. Dava harus berterima kasih dalam hal ini pada Papa mertuanya karena ikut serta memadatkan kegiatannya di kampus agar tidak kesepian, dan gusar saat Dea ke Berlin seperti sekarang ini tanpa persiapan apapun. "Yang." Suara serak nan lembut Dea terdengar, Dava menyembunyikan kepalanya di belakang kepala Dea. Menghirup dalam aroma shampo yang sangat menenangkan, seolah menghilangkan rasa lelahnya dari aktivitas padatnya hari ini. "Hm." Jawab Dava dengan deheman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN