Dava tersenyum-senyum saat Ia berjalan di sepanjang lorong, hari ini Dia akan merasa harinya begitu bahagia sepanjang waktu. Mengingat kelakuannya tadi pagi yang malu karena menatap wajah polos Dea, dan Dea dengan berani membalasnya dengan kata-kata yang sama dengan apa yang Ia ucapkan. Nutrisi, satu kata yang menjadi boomerang namun Dava menantikan itu jika Ia pulang nanti. "Mulut Lo habis ke sayat apa Dav?" Kepala Dava menoleh saat mendengar nada pertanyaan dan suara yang sudah Ia hafal. Kunci mobil yang hari ini baru Ia pakai juga terhenti Dava putar-putar di jari telunjuknya. "Lo nyasar ya disini?" Bukannya menjawab, Dava malah bertanya. "Heh, yang ada Lo yang nyasar ke tempat Gue. Begitu setiap hari lagi Lo nyasarnya." Balas pria itu, Dava membuang nafas saja, tidak ingin kebahagia

