RYSTA Perjalanan dari ruang dokter menuju parkiran mobil terasa sangat ringan dan begitu menyenangkan. Koridor rumah sakit tampak sibuk oleh lalu lalang para suster dan dokter yang membawa para pasien mereka di atas tempat tidur rumah sakit. Semua orang sibuk dan terburu-buru. Tapi, siapa yang peduli karena aku sedang berbahagia. Tadi pagi sebenarnya aku tidak curiga terhadap diriku. Bahkan, berpikir memang sedang tidak enak badan karena sibuk sekali di kantor. Mungkin juga karena aku stress, jadi membuat asam lambungku naik. Namun, saat bersiap mandi, tiba-tiba saja Papa menelpon dan menanyakan sesuatu yang membuatku mendapatkan morning shock. “Chrystal,” sapa Papa begitu saja saat aku mengangkat teleponnya. “Ya, Pa?” Aku kembali duduk di tempat tidur, mengurungkan niatku untuk mand

