CHRYSTAL “Kamu bercanda, kan?” Sen menatapku kesal. Kilatan kemarahan juga muncul dari sorot matanya. Aku menghela napas sembari mencoba menghapus air mataku yang terus meleleh. Keputusanku bulat, aku ingin mengakhiri hubungan ini. Beberapa hari terakhir aku dilema, haruskah aku mempertahankan atau melepaskan Sen? Di saat aku hendak ingin mempertahankannya, ucapan Mrs Kendrick terhadap Sen tiba-tiba saja terlintas di kepalaku. Kata-kata yang mengingatkanku bahwa ada seorang ibu yang menginginkan anaknya berbakti kepadanya. Hal itu pula yang membuatku teringat Mama dan alasan kepergianku dari rumah. Aku mengakui bahwa aku bukan anak yang berbakti, memutuskan untuk pergi karena Mama tidak mengizinkanku bersama Regan. Dan ketika aku mengetahui bahwa Sen seperti berada di posisiku dulu, aku

