Satya masuk ke area kantor, tubuhnya yang banyak di idam-idamkan para gadis, telah mencuri perhatiannya. Chaca yang memakai kemeja Satya pun tak suka melihat tatapan karyawan pada suaminya. “Kalian lihat apa? Kerja yang bener.” Kata Chaca dalam keadaan marah. Tapi, Satya yang berada di depan menoleh malah melihat Chaca sangat imut. Ini adalah kemarahan yang selalu di tunggu oleh Satya. Marah karena cemburu, terlihat sangat lucu dan imut di mata Satya selama ini. Tapi, karena ego dan sumpahnya pada sang bos besar. Satya hanya mampu menyembunyikan dalam kecuekan dan kata-kata pedas pada gadis yang menjadi istrinya sekarang. “Sudah, jangan marah lagi.” Kata Satya berbalik dan memeluk Chaca membawanya masuk ke dalam ruangannya. Karyawan itu kaget, setelah di pulau dengan penampilan b

