Satya pulang ke apartemen, dia tidak berharap bertemu dengan orang tuanya di saat seperti ini. Tapi, lihatlah sekarang. Chaca, istrinya sudah menangis sesenggukan di pelukan sang mama. Aduh, ada kesalahan apa lagi yang ia buat saat ini? Berjalan mendekat, tangisan Chaca terdengar semakin keras. “Ma, jangan biarkan orang ini masuk. Aku enggak mau ada dia, huhuhu....” Tangisan Chaca benar-benar pecah. Tunggu, apa ini ada hubungannya dengan kejadian tadi? Gia melototi Satya yang sepertinya tidak sama sekali peduli pada istrinya. Dia berlalu begitu saja ke kamarnya. Meninggalkan istrinya yang sedih sudah di tinggal ke kantor. “Sudah, nanti kita pukul saja pantaatnya kalau masih nakal.” Ucap Gia menenangkan menantunya. “Jangan ma, nanti kesakitan.” Kata Chaerin. Gia hampir meledak

