Disinilah Althaf sekarang, di gundukan tanah makam Nadira sang Istri. Hari ini, Althaf berkunjung ke makam Nadira. Seperti biasa, dia akan membawa buket besar untuk disimpan di makam Nadira. "Assalamualaikum sayang." Ucap Althaf. "Mas datang, maaf jarang mengunjungimu. Akhir akhir ini Mas sibuk." "Mas lagi bingung sayang, apakah benar Rindu butuh kasih sayang seorang Ibu?" "Mas bisa jadi Ayah sekaligus Ibu buat Rindu." "Melihat keantusiasan Rindu saat bersama dia. Membuat hati Mas sakit sayang." "Rindu memanggil Bunda ke orang lain selain kamu." "Apa Mas terlalu egois membiarkan Rindu hanya mempunyai seorang Ayah tanpa Bunda?" "Apa yang harus Mas lakukan sayang." Tidak terasa air mata Althaf semakin membanjiri pipinya. Althaf menangis. o0o "Al, bagaimana keputusanmu?" Tanya

