Bab 38

692 Kata

Keaadan Syifa sedikit membaik. Namun Syifa masih terlihat lemas, sering kali Bunda Raina melihat Syifa menangis dalam diam. Dia masih tidak ingin berbicara ataupun bertemu dengan Althaf. Sungguh, Syifa sangat kecewa kepada suaminya. "Syifa." Panggil Bunda. Syifa menoleh. "Makan dulu ya sayang, abis itu minum obat." Syifa menggeleng. "Entar aja Bun." "Tadi pagi sarapan sedikit, masa sekarang nggak makan?" Tanya Bunda. Syifa hanya melamun dengan tatapan kosong nya. "Syifaa." Panggil Bunda. Lagi lagi Syifa hanya menoleh. "Kamu harus ikhlas sayang, jangan gini terus. Kasian Rindu, dia butuh kamu." Syifa pun mengangguk lalu tersenyum lemah. "Jadi makan ya?" Syifa mengangguk. Akhirnya Syifa makan, Bunda Raina menyuapi Syifa dengan telaten. "Bunda." Panggil Syifa. "Iya sayang?" "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN