Bab 18

989 Kata

Syifa sedang khawatir sekarang. Pasalnya ini sudah larut malam, dan Althaf belum juga pulang. Di luar pun hujan sangat lebat, menambah tingkat kekhawatiran Syifa. Rindu sudah tertidur sejak dua jam  yang lalu. Syifa terus saja mondar mandir di ruang tamu, sesekali melihat pintu apartemen. Tapi belum ada tanda tanda kepulangan Althaf. Berbicara masalah tadi siang, Syifa sudah melupakan nya. Syifa tidak boleh membenci suami nya. Disini Althaf hanya korban, dan dia berhak berbicara seperti itu kepada Syifa. "Mas kamu kemana?" Gumam Syifa. Tidak lama kemudian, pintu apartemen terbuka. Munculah Althaf dengan pakaian kusutnya. Bajunya sudah basah kuyup. Kancing baju yang sudah terbuka di bagian atasnya, lengannya sudah digulung kan, dan dasinya tampak mengendur. "Mas." Panggil Syifa sambil m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN