3.6

1529 Kata

  Ketegangan itu makin meningkat dari hari ke hari. Setiap malam grup kelas ramai membicarakan kasus tewasnya dua teman sekelas mereka. Hilara yang duduk di pojok kamar memperhatikan derasnya pesan dalam ruang obrolan tanpa minat masuk dan menyaksikan hujatan terhadapnya. Hilara kerap meredam tangis dengan bantal supaya Juna tidak bisa mendengar. Hanya Bloody yang tahu Hilara menangis sepanjang malam. Hilara memutuskan keluar dari grup itu, namun seseorang kembali memasukkannya. Seakan belum puas, hujatan mereka perlu dilihat Hilara langsung. Juna mencegahkannya pergi sekolah, berencana mencari sekolah baru dekat apartemen. Hilara bukannya sok kuat, jika dia lari dari masalah ini artinya dia pengecut. Setengah mengakui kebenaran bahwa ada keterlibat Hilara dalam kasus itu. "Awas nabra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN