1.1

1372 Kata

Dance floor penuh sesak. Para penikmat kesenangan atau lebih tepatnya mereka yang mencoba lari dari kepahitan dunia menari di sana. Wajah-wajah pendamba kebebasan sesekali tersorot lampu yang berputar di atas kepala mereka. Hentakan musik membuat badan mereka bergerak tak beraturan, ke kiri dan ke kanan. Jika sedang gila, orang payah sekali pun mendadak bisa menari. Juna terkekeh. Sejak tadi dia hanya melirik mereka tanpa minat bergabung. Beberapa teman dari dunia entertain yang kebetulan datang malam itu mengajaknya, secara halus Juna menolak. Juna menegak minuman dalam gelas kecil lagi. Satu, dua, tiga, ... tak terhitung. Juna juga lupa dari jam berapa dia menyendiri dalam keramaian. Di meja bar, wanita berpakaian serba minim setia menggelayutkan tangan pada pundaknya. Perhatian Juna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN