"Bangun." Suara Juna berubah dalam. Hilara sadar, Juna kesal tidak diberi kesempatan membalas perkataan jelek Yasmin. Yasmin dan Randi berlari ke dalam ruang rawat, menolong anak mereka. Senyuman sekilas Hilara dapatkan dari Ranin. Gadis itu sengaja menjatuhkan diri. Ah, rasa bersalah Hilara bertambah. Juna memegang kedua lengannya, dengan sedikit mengangkat, Hilara bangkit. Entah mengapa ia menuruti Juna. Tubuhnya lemas jadi tontonan banyak orang. Bahar berlarian di lorong menyusul mereka. Kehadirannya kali ini lumayan tepat. Bahar menyibak kerumunan agar Juna dan anaknya bisa lewat. Juna masih mempertahankan masker dan topinya. Sebelum pergi Bahar melempar sebuah masker pula pada Hilara. Manajer Juna itu tanggap menghadapi situasi genting. Mereka sampai di area parkir. Bahar menggi

