Kedatangan Hilara ke rumah sakit selalu memunculkan keributan di depan kamar rawat Ranin. Yasmin langsung pasang badan. Wanita itu masih berpikiran Hilara ingin memaksa anaknya bicara. Walau sesungguhnya Hilara datang untuk melihat keadaan orang yang secara tidak langsung celaka karena dirinya. Orang-orang di sekitar Hilara bilang apa yang terjadi pada Ranin murni kecelakaan dan takdir Tuhan. Hilara setuju sama hal itu. Siapa yang bisa menyalahi takdir. Namun, yang menjadi beban adalah ketika takdir seseorang ada sangkut pautnya dengan dirinya. Hilara terbebani. Setiap teringat Ranin, setiap itu pula ia bertanya-tanya apa gadis itu telah sadar? Ranin belum juga membuka mata. Itu pula yang membuat Yasmin sangat marah melihat Hilara. Kecuali Randi, ayahnya Ranin hanya diam memperhatikan

