Seperti niat awal sebelum tidur tadi malam, Hilara melesat melewati gerbang Deltaepsilon. Juna dan Bahar yang mengantarnya keheranan. Hilara pergi tanpa pamitan terlebih dahulu. Tujuan Hilara ke sekolah hanya mencari Ken. Ada hal yang teramat mengusiknya sepanjang malam. Yakni dua sosok yang dilihatnya kemarin. Hilara merasa pernah bertemu mereka, namun entah dimana. Siapa tahu sebagai hantu senior di SMA Deltaepsilon, Ken tahu sesuatu. Hilara punya kecurigaan. Ia ingin meyakinkan kecurigaan itu pada Ken. Andai saja di dunia Ken ada jenis alat pemanggil seperti ponsel yang bisa digunakan untuk komunikasi dengan manusia. Hilara tentu akan mudah menemukan Ken. Lagipula kemana dia sekarang. Biasanya hantu tampan itu berdiri di depan gerbang menyambut Hilara. Kemarin saja seharian mengikut

