"Sar, kita jalan-jalan keliling Jakarta, yuk? Bertiga." Sontak Hilara melotot. Bertiga? Tadi dirinya meminta Juna agar mereka keluar berdua. Kenapa harus ajak Sarah segala sih? Kan, bakal aneh kalau nanti mereka berhenti di depan Deltaepsilon malam-malam, terus alasan apa yang harus Hilara beri? Mending kalau Ken bisa dilihat mereka. Lah ini cuma Hilara yang bisa melihatnya. Hilara mendengkus sebal. Ayahnya penakut sekali. "Tumben," ledek Sarah setengah tidak percaya, seraya memindai raut wajah Juna mencari kesungguhan. "Ada apa nih tiba-tiba? Kamu kalau tiba-tiba aneh, pasti ada maunya." "Gitu amat. Nggak ada apa-apa. Lagi ingin aja. Mau, 'kan? Jarang-jarang kita jalan. Gue selalu sibuk, lo juga sibuk di rumah sakit. Biar Hilara nggak manyun lagi." "Aku nggak manyun," sanggah Hil

