5.6

1599 Kata

Juna sadar, ada yang tidak beres dengan Hilara waktu bilang, "J-jalan lagi, Tante." Muka gadis itu ketakutan. Entah apa yang dilihatnya dalam kesuraman gedung sekolah di malam hari itu. Juna cukup menebak, sepertinya Hilara menyaksikan sesuatu yang menakutkan. Juna ingin bertanya tapi ... gagal. Takut grafik emosi Hilara yang sedang naik berakhir meledak. Masih hitungan mereka sinis-sinisan, kalau Juna bicara lagi bisa ribut ronde dua. Sarah tak ambil pusing menuruti kemauan Hilara. Tancap gas ia mengalihkan roda empatnya bergabung bersama hilir-mudik lalu lintas. Tangannya lihai mengendalikan stir kemudi di tengah keterdiaman dua manusia di dalam mobil. Sejak omongan sinis Hilara beberapa menit lalu, Juna bergeming. Sarah paham tabiat sahabat kecilnya. Jika sedang kesal Juna akan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN