1.3

1253 Kata

Tempat yang Ken maksud berada tidak jauh dari SMA mereka. Berjalan kaki sekitar sepuluh menit lalu sampai di danau buatan dikelilingi pohon-pohon rindang. Areanya sepi manusia. Deru kendaraan hilir-mudik melintasi jembatan di ujung danau sana beradu dengan embusan angin. Sedangkan jalanan pinggir danau tertutupi daun-daun kering. Tak satu pun kendaraan melintas. Tempat rawan begal, jauh dari pengawasan petugas keamanan, dan wajar bila terjadi tindak kejahatan. "Nggak ada tempat lain ya, Kak, selain ini?" Hilara merapatkan diri ke dekat Ken. Takut. Ada sesal juga mengikuti Ken. Kiranya tempat yang kata Ken sebut menyenangkan bukan begini. Ternyata menyenangkan versi setiap orang berbeda-beda. Gemertak ranting terinjak agak mendebarkan setiap melangkah. Hilara pelan-pelan melangkah. Apal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN