Akhirnya kami sudah selesai makan. Perut sudah kenyang dan pesanan untuk dibungkus yang akan kita bawa sebagai buah tangan ke rumah kedua orangtuaku sudah siap. Setelah selesai membayar, aku dan Mas Miko kembali melanjutkan perjalanan. "Kita mau kemana lagi Sayang?' tanya Mas Miko yang lagi-lagi menggandeng pinggangku saat keluar dari rumah makan. "Aku sih nggak ada rencana Mas, kalo Mas mau pergi kemana ya ayo aku temenin. Kan jarang banget kita keluar seperti ini," balasku kepada Mas Miko. "Gimana kalo kita ke mall dulu Sayang," balas Mas Miko yang membuat hatiku sangat senang. "Memangnya Mas Miko mau beli apa?" tanyaku kepada Mas Miko. "Ya kita jalan-jalan aja, cari hawa segar. Selama ini kamu kan terkurung di rumah neraka itu," balas Mas Miko yang lagi-lagi menghina rumah yang kam

