Letter Of Resignation

1093 Kata

"Kau jalang An,kau jalang!!"1 Tak henti-hentinya Ana menghina dirinya dengan sebutan jalang. “Untuk apa kau hidup! Disaat masa depanmu sudah hancur!!!” Matanya mengarah pada sebuah jembatan, yang dibawahnya sudah pasti adalah jurang yang begitu dalam. Ana melangkahkan kakinya sekuat mungkin kearah Jembatan itu. Ana merasa hidupnya sudah tidak ada artinya lagi, saat kehormatan yang selalu ia jaga terenggut begitu saja hanya karena keadaan yang memaksa. Ana menatap lekat-lekat kedasar jurang yang dalam itu. Yang ada difikirannya sekarang adalah ia ingin mati, lenyap, menyusul Momnya yang sudah tenang disana. Tanpa sadar kaki Ana sudah memanjat pagar besi dipinggiran jembatan, kakinya semakin ia panjat. “Ana, kau gila!!” Seseorang menarik tubuh Ana, menarik tubuh Ana lalu memeluknya. Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN