“Call my name..Zetana!” “David! Kau.....” Desahan itu membuat mimpi pria yang sedang terbaring pulas diatas ranjang, membuka matanya dengan lebar. Mimpi itu seperti dejavu. David merubah posisinya menjadi duduk, ia usap wajahnya menggunakan ke-2 tangannya. Dirinya mencoba mengingat apa yang terjadi. Sampai akhirnya matanya tak sengaja menatap seprei, dimana disana terdapat bercak darah yang mulai mengering. David menatapnya bingung, apa yang sudah terjadi didalam kamar ini? Darah milik siapa itu? Sekuat apapun usaha yang dilakukan Ana untuk memberontak, melepaskan cengkraman David, itu sama sekali tidak membuahkan hasil. Pria itu terlalu kuat untu mengunci pergelangan tangan Ana. “Jangan lakukan itu, aku mohon.” Isak Ana teramat dalam, Namun sayang David sudah terlanjut kalut dalam

