Lutut Ana bergetar, Ana sudah bisa menduga pasti pria bertubuh besar ini adalah suruhan David. Dan terbukti, kini mereka membawa Ana tepat dihadapan David. “Mencoba menipuku?” David memasang wajah datar, seakan ia menyiratkan betapa marah dirinya. “Aku--“ Ana gelagapan, lidahnya mendadak kelu. David mengibaskan tangannya keudara, menandakan bahwa bodyguard bertubuh besar itu boleh melepaskan Ana dan memperbolehkan mereka untuk pergi. Bodyguard itu mengangguk kemudian melepaskan tubuh mungil Ana lalu pergi dari hadapan David. Sekarang hanya tinggal Ana dan David. David yang menakutkan untuk Ana, dan Ana yang ketakutan karena David. Perasaan Ana bercampur, peluhnya menetes, kakinya bergetar, dan tanpa sadar pula Ana sudah meremas bajunya. David langkahkan kakinya perlahan kearah Ana, “

