3 Jam sudah berlalu tapi Ana masih belum bisa memejamkan matanya. Ia-pun akhirnya bangkit dari tidurnya dan mulai berjalan-jalan menatap isi kamar ini, matanya tak sengaja melihat sebingkai foto yang terletak diatas Nakas, yaitu foto seorang wanita cantik. Ana menatap foto itu dengan tatapan kasihan, “Pasti ia istrinya, kasihan sekali ia. Pasti pria itu sudah beberapa kali menyelingkuhi dirinya!” “Kasihan sekali, kalau aku bertemu dengannya. Akan kuceritakan padanya bahwa ia menyukai benda mati, menyeramkan.” Setelah puas mengomentari wanita yang berada difoto itu, Ana memutar tubuhnya kembali. Astaga, betapa terkejutnya jantung Ana saat mendapati David sudah berdiri dibelakang dengan Tangan yang menyilang diatas dadanya. “Sedang apa kau?” Tanya David, kemudian menghampiri Ana. Ana m

