Hanya karena kamu merasa lebih menderita, bukan berarti Tuhan tidak sayang padamu. Semua ada masanya, semua ada porsinya, semua ada takarannya masing-masing. • Kebahagiaan, kesedihan, kekecewaaan, kehampaan, keresahan, kekhawatiran, ketakutan, kepasrahan, semua ada bagiannya sendiri-sendiri. • Kita hidup mengikuti takdir. Kita hidup atas izin yang di atas. Kita hidup bukan untuk meratapi kesedihan. Bangkit! Meskipun, langkahmu mungkin tertatih-tatih serta tersendat di pertengahan jalan. Teruslah berjalan tanpa ragu. Teruslah mencari sekali pun dengan meraba titik temu itu. • Sebentar, sebentar lagi kita akan sampai di persimpangan jalan itu. Dan kita akan bergandengan tangan. Aku, kamu, kita akan saling menggenggam kehangatan kebahagiaan. •••••••••• Ribut sengaja berangkat lebih pa

