Menurut bibirku, aku meneriakkan ini hanya tentang rasa kasihan. • Menurut kata hatiku, ini lebih dari sekadar rasa kasihan. Kata sekadar sepertinya lebih dari cukup untuk menggambarkan perwujudan hanya untuk sementara. • Menurut egoku, kamu hanya sebatas rasa penasaran. Yang jika sudah kuketahui seluk belukmu, kamu aku tinggalkan. • Kenyataannya? • Kamu mempunyai tempat istimewa di dua tempat sekaligus; kepala dan hatiku. •••••••••• Bodohnya Ribut, masih menunggu di lobby hotel. Mondar-mandir. Ia yakin, Rahma tak sampai menginap di hotel ini. Jadi, ia menunggu perempuan itu keluar dari sana. Setiap orang yang baru saja keluar dari lift yang tadi membawa Rahma ke lantai atas, bola mata Ribut langsung memindai, mencari-cari. Siapa tahu perempuan itu sudah selesai dengan urusannya

