•Memutuskan Bersama•

1417 Kata

Ada yang bertanya, mengapa mau membuang waktu untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti? • Aku menjawab, karena aku percaya pada Tuhan dan keajaiban-Nya. •••••••••• "Ma, Ribut nggak bisa dibohongi gini, ya. Nanti Papa sakit beneran, lho." "Lah, Papamu memang sakit," ketus Alina. "Kamu mau jadi anak durhaka, ya? Nggak pernah pulang ke rumah. Udah jadi pengusaha sukses lupa sama keluarga." "Ah, Mama. Ya, udah kirimin alamatnya." "Nah, gitu dong." Dalam tujuh tahun terakhir ini, Ribut menemui Mahendra dan Alina hanya pada saat-saat tertentu, seperti saat ia mendapatkan panggilan telepon memberitakan tentang asam uratnya Alina yang kambuh atau Mahendra yang jatuh sakit. Bukannya Ribut ingin menjadi anak durhaka, tapi memang ia merasa tidak nyaman berada bersama keluarganya. Hidup merek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN