Membahas Demian

2122 Kata

"Ibu?!" Terpaku saat Demian menyebut kata ibu. Wanita paruh baya itu menatapku tajam. Yang memergoki kami berdua di dapur ini adalah Tante Lily–ibunya Demian. "Naya, apa benar kamu mau bunuh diri, kenapa? Tante tadi hanya mendengar sekilas, tapi sepertinya Tante tidak salah dengar." Ia mendekat, memegang kedua lenganku, seakan memaksaku untuk bicara jujur. Seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri kalau apa yang didengarnya tersebut adalah benar. "Hm, itu … itu …." Bingung bagaimana menjawabnya. Aku gelagapan. Badanku terasa panas dingin jadinya. "Itu dulu, Bu, cerita lama, tidak perlu ditanyakan," sela Demian menghentikanku bicara dengan cepat. Aku sampai melipir menyentuh badan tembok saat Demian mendekati ibunya. "Dulu? Tidak! Kamu bohong! Ibu dengar kamu tadi barusan bertanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN