Ketangkap Basah?

1547 Kata

Aku dan Demian saling lirik sebentar lalu sama-sama membuang muka ke arah lain. Semua pasang mata menatap ke arah kami bergantian terutama Mas Aksya. Ucapan Demian baru saja memantik rasa penasaran semua yang berada di ruangan ini dan membuat degup jantungku memompa lebih cepat. "Te, buat Demian saja," pinta Demian belum menjawab pertanyaan Mas Aksya. Ia malah terfokus ke udang bakar balado tadi agar diletakkan Mama Aya ke piringnya. Laki-laki itu begitu santainya bicara tanpa menyadari bagaimana aku menahan ketakutan yang amat besar akibat ucapannya yang spontan tersebut. Entah sengaja atau tidak, aku tak tahu. Yang pasti aku kesal sekali dengan laki-laki yang duduknya tepat di seberangku saat ini. Ingin memaki tapi tak bisa. Apalagi bertindak anarkis. Jauh dari angan-angan. "Yan, k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN