"Ayo, Sayang. Masuk! Anggap saja rumah sendiri. Untuk beberapa hari kedepan kita akan jadi penghuni rumah ini." Tanganku diraihnya. Kami telah sampai di depan pintu rumah kediaman keluarga Ghunadi. Orangtua suamiku. Aku yang ragu dituntun Mak Aksya masuk ke dalam rumahnya. Mewah. Tidak jauh beda dengan rumah orang tuaku. Namun rumah ini lebih besar dan luas. Terlihat dari halaman depannya yang bisa membuat banyak mobil terparkir di sana. Belum lagi ada taman yang cukup nyaman untuk bersantai di dalamnya. "Selamat pagi." Tiga orang wanita muda dengan pakaian yang sama berbaris sejajar menyambut kedatangan kami dan kompak menyapa dengan hormat. "Pagi," jawabku dan Mas Aksya bersamaan. Tanganku masih digandengnya mesra. Ini juga perbedaannya, kalau di rumahku, asisten rumah tangganya ti

