"Pagi, Bu. Maaf Saya ganggu ya?" Akhirnya Mama Aya tiba juga di rumah. Senyum merekah menyertai langkahnya masuk ke dalam rumah kami. Beliau bertanya tanpa rasa beban seolah tak mengapa menjemput anak gadis orang yang baru saja bertemu kangen dengan ibunya. Aku terpaksa mengalah dengan menunggu kedatangannya. Meski diwarnai aksi cemberut ibuku. Beliau kesal kenapa aku pasrah saja dan malah jujur berkata sedang ada di rumah. Aku seharusnya bisa saja berbohong dengan mengatakan sedang jalan, melakukan quality time bersama dengannya. Biar Ibu mertuaku itu tidak jadi datang menjemputku kemari. Namun semua sudah terlanjur, aku tak bisa berbuat apa-apa. Ibu segera menghampiri Mama Aya yang baru tiba di ruang tengah keluarga. Menunjukkan kesan sebagai besan yang baik menyambut dengan bibir ya

