"Kamu kok kemari nggak ngasih kabar, Nak, kalau tahu ayahmu pasti nungguin kamu nggak ke kantor dulu. " Ibu meletakkan dua buah cangkir berisi teh hangat di atas meja. Satu cangkir disodorkannya ke arahku yang duduk berseberangan dengannya. "Ngapain pake repot begini, Bu. Kayak tamu saja. Nay kan anak ibu," ujarku protes tak suka diperlakukan seperti orang bertamu. Akhirnya kesampaian juga mengunjungi rumah orangtua sendiri setelah beberapa hari berdiam di rumah mertua dan sempat liburan juga ke luar kota. "Sekarang kamu harus dibiasakan seperti ini. Ibu akan merindukan kedatanganmu karena tidak mungkin setiap hari kamu bisa berkunjung ke rumah ini, dan Ibu senang melakukannya." Mendengarnya membuat hatiku tiba-tiba jadi sedih. Ibu benar, momen seperti ini tidak bisa kunikmati tiap ha

