Sebuah Alasan

1780 Kata

Mama Aya?! Beliau yang mengatakan hal tersebut membuatku tercengang tak menyangka. "Ma, tidak apa. Ayah tidak keberatan kalau Anaya pergi kerja. Kita ini keluarga yang terbuka. Tidak ada halangan kalau wanita di keluarga Ghunadi ada yang bekerja." Ayah mertua membela. Syukurlah. Aku menoleh ke Mas Aksya dan dia hanya tersenyum tipis seraya menggenggam erat tanganku. Artinya Mas Aksya pun mendukungku dari sikapnya barusan. Meskipun tak berani bersuara. "Tapi, Yah, Mama tidak setuju. Apa kata orang? Masa menantu kita masih kerja. Kalau dia bantu di perusahaan Ayah mungkin masih wajar, tapi kalau kerja di perusahaan ayahnya nanti orang kira Aksya tak memberi nafkah jadi dia kerja di sana." Mama masih tak setuju dengan memberikan argumennya. "Kata siapa? Tidak juga. Banyak kok anak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN