Tante Lily mengedarkan pandangan ke sekeliling. Lalu kembali menatapku dengan tatapan yang masih sama seperti sebelumnya. "Jujurlah. Disini hanya kita berdua. Aksya juga belum keluar. Dia masih tidur?" Ucapan Tante Lily membuatku tak bisa bergerak. Aku seperti kaku dan bibir seperti terkunci. "Naya," serunya karena aku diam saja. "Jadi Tante tahu sesuatu tentang kami?" Menyerah, setelah berhasil menentramkan degupan jantung, akhirnya aku harus jujur. Entah sejak kapan dia tahu dan kenapa baru menanyakannya sekarang? Aku takut ada yang diinginkannya dariku. "Tidak juga, sebelum malam itu." Kalimatnya seperti terpotong. Aku sampai mengernyit mencoba mencari tahu malam apa yang dimaksudkannya. "Malam apa, Te?" Tak sabar menunggu, aku memilih menanyakan lebih dulu. "Malam kalian

