"Kenapa Nay?" Aku terkesiap mengernyitkan kening. Tidak mengerti dengan arah pertanyaannya. "Pagi tadi pas bangun tidur nih wajah baik-baik saja. Namun kenapa sekarang berubah asem begini?" tanyanya seraya melingkarkan tangannya ke pinggangku. Tidak dapat dipungkiri aku suka perlakuan mesranya ini. Nyaman rasanya dipeluk. "Tidak apa, Mas," jawabku menundukkan wajah. Aku takut dia bisa membaca apa yang sedang kusembunyikan. "Aku sudah bicara sama Tante Lily, dan dia setuju saja kalau kita menginap di tentang lain." Kaget. "Benar, Mas?" Mendongak mencari kebenaran di raut wajah Mas Aksya. Suamiku itu mengangguk. "Iya, kamu mau Mas yang pilihkan tempatnya atau punya tempat rekomendasi sendiri?" tanyanya cepat membahas tempat tanpa beban. Sedang aku masih ada perasaan tak nyaman pada

