"Demian?" Mas Aksya tampak berpikir. "Mungkin tidak ikut, karena Tante Lily perginya mendadak." Aku manggut-manggut merasa lega setelah mendengar jawaban dari Mas Aksya. "Memang kenapa?" Mas Aksya menatapku lekat. Kenapa? Aku membeo sendiri dalam hati. Aku harus jawab apa nih? Mas Aksya masih belum berpaling dariku. Sepertinya ia menunggu jawabanku atas pertanyaannya barusan. "Tidak apa. Cuma nanya saja. Maaf Mas, sebenarnya aku kurang nyaman kalau ada Demian. Apa ya? Hm, maksudnya tuh, aku pengennya berduaan saja sama kamu," imbuhku menjelaskan. Semoga Mas Aksya tidak curiga. "Kayaknya Demian nggak bakal ikut. Dia paling malas kalau harus pergi jauh gitu secara mendadak. Kecuali dipaksa ibunya. Rencananya kita memang akan nginap di salah satu hotel langganan keluarga di sana

