Bab 73

2030 Kata

"Woy, ngapain masih di situ? Peka-peka dong kita udah di usir Girl!" seru Mounara seraya menjetikkan jarinya. Karu menekuk wajahnya. "Yo Dra," ucapnya mengangguk lesu seraya memeluk kotak nasinya itu. "Haha iya," jawab Candra tertawa sekali menutup mulutnya. Mereka lalu pergi. Karu berjalan kikuk terus menekuk wajahnya. Riza menghela nafasnya lelah. "Hiikh, mereka berdua jadi absurd banget ya buat dapetin hati kamu," ucap Candra tertawa menatap Riza. Riza hanya melongo bingung. "Ya, tapi syarat aku ke kamu mendingan, kamu tentuin pilihan kamu deh. Biar gak ada yang sakit hati," ucap Candra padanya. "Saya, gak mikirin soal itu. Karena saya mau fokus kuliah dan kerja," jawab Riza. "Saya ngerti maksud kamu, tapi kamu harus nentuin sikap kamu. Karena kamu laki-laki. Siapapun nanti yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN