Riza sedikit kesakitan karena pinggulnya tersandung keramik wastafel lumayan keras karena terus melangkah mundur. Mounara sembari tadi juga terus menatapnya dan terus melangkah maju dan sudah menabrak Riza lembut lalu berhenti. Kini mereka sangat dekat. Riza terdiam kaku tak bergerak. Keringatnya terlihat bercucuran karena gugup. Dia juga terus menatapi Mounara. Mounara terlihat tersenyum sebelah dan mulai membuka jaketnya. Riza semakin heran dan panik di buatnya. "Ta-tante mau apa!" jerit Riza panik. Mounara hanya mengangkat sebelah keningnya lalu dengan kasar membuka jaketnya dan langsung memegangi dinding samping sembari memoncongkan wajahnya ke Riza sangat dekat. Riza sangat gugup dan hanya bisa memalingkan wajah cepat menutup matanya tak ingin melihat apa yang terjadi dan mengira M

