Bab 103

2028 Kata

Mukti tersenyum pada kedua preman yang sudah menatap tajam ke warung. "Kalian acak-acak saja sekarang dan hancurkan warung itu!" perintah Mukti. "Baik Bos!" jawab mereka tegas dan langsung melangkah menghampiri warung Shella. Mukti mendongak puas dari dalam mobil melihat para preman suruhannya itu mulai melangkah mendekati warung Shella. "Hmm, hilanglah sudah kerjaanmu Shel, dan aku tak akan biarkan Mounara mengeluarkan uangnya lagi untuk kalian manfaatkan!" gumam Mukti begitu puas sangat geram pada mereka. **** Kedua pria sangar itu langsung berjalan dan sudah sampai di depan warung Shella. Rahman yang terkekeh dengan penampilan mengerikan mereka itu langsung berdiri mendekati mereka. Namun, mereka langsung menendang keras meja yang ada di depannya. Semua pelanggan yang masih maka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN