Meri terus memandangi Shella dengan mengangkat kedua kening menyipitkan matanya seakan senang. Shella masih syok dan masih tak bisa bergerak, matanya juga seakan tak mau selesai melotot. "Ternyata dia kembali juga ke Jakarta, heh dia tak mungkin membiarkan Riza sendiri di kota ini. Sukurlah aku tak perlu repot-repot lagi untuk mencarinya," gumam Meri senang dalam hatinya. "Shella, kalau kamu masih diam di sana. Tidak salah saya kalau saya marah," ucap Hertanti sekali lagi menegurnya. "Oh hm, b-baik Bu," sahutnya cengengesan dan terpaksa ia maju untuk menghampiri Hertanti. Betapa gugupnya ia saat melewati Meri di sampingnya. Hertanti pun memberikan dua buah amplop ke dia. Shella berpura-pura tersenyum dan tetap ramah kepada Hertanti seakan tak terjadi apa-apa. Ia lalu mencoba melirik Me

