Bab 7

1185 Kata

Bab 7 Sekitar pukul tuju lebih lima belas menit, Rose bergabung untuk ikut sarapan. Sudah sejak beberapa hari yang lalu, Rose memilih untuk sarapan di kamar, tapi kali ini dia memilih untuk bergabung bersama kedua orang tuanya. “Tumben,” ucap Rosita ketika melihat Rose ikut duduk. “Hust!” dengan cepat Aaron menyikut lengan sang istri. Rose tidak akan peduli sekali pun sang ibu berniat menyindir. Dia hanya ingin sarapan, lalu setelah itu segera pergi. “Apa hanya karena Pras tidak ada, kamu tidak mau dilayani pelayan yang lain?” tanya Rosita dengan nada ketus. “Bukan urusan ibu, kan?” Rosita menjatuhkan sendok dengan keras di atas piring, lalu menatap Rose. “Bicara yang sopan!” Rose membuang mata jengah. Dia tidak mau pagi ini rusak hanya karena berdebat dengan sang ibu. Dia acuh, se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN